BRMP Sulut Hadiri Lokakarya Koridor Ekologis Gunung Ambang
MINAHASA,-Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sulawesi Utara (Sulut) menghadiri Lokakarya Finalisasi Kajian Dokumen Teknis Pengusulan Koridor Ekologis Gunung Ambang (KEGA). Kegiatan tersebut berlangsung di Tateli Resort, Kabupaten Minahasa pada hari senin,tanggal (10/8/2026).
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sulut Danny Pattipeilohy membuka acara lokakarya secara resmi. Direktur Wilayah (Dirwil) BRMP Sulut Steivie Karouw turut hadir mewakili lembaga dalam pertemuan strategis tersebut.
Delapan puluh lima peserta dari berbagai instansi vertikal terkait memenuhi ruang kegiatan dengan penuh semangat. Mereka membahas penyempurnaan substansi dokumen teknis pengusulan kawasan bernilai ekologis yang sangat penting.
Panitia penyelenggara merancang agenda untuk menghimpun berbagai masukan dari seluruh pemangku kepentingan. Hasil diskusi tersebut menjadi bahan pertimbangan utama sebelum dokumen memasuki tahap penyelesaian akhir.
Para peserta membahas secara mendalam aspek ekologis, sosial, tata ruang, dan pengelolaan kawasan berkelanjutan. Setiap usulan yang disampaikan bertujuan menyempurnakan rancangan agar selaras dengan kondisi nyata di lapangan.
Kehadiran BRMP Sulut menunjukkan komitmen nyata lembaga terhadap pengelolaan lingkungan yang berbasis data ilmiah. BRMP Sulut senantiasa mendukung penerapan standar teknis dalam pengelolaan sumber daya alam daerah.
Kerja sama antar berbagai sektor menjadi kunci keberhasilan proses pengusulan koridor ekologis tersebut. Sinergi ini menjamin manfaat kelestarian lingkungan berjalan beriringan dengan kepentingan masyarakat sekitar kawasan.
Koridor Ekologis Gunung Ambang menjaga keterhubungan habitat alami bagi berbagai jenis satwa dan tumbuhan. Konektivitas wilayah tersebut menjamin kelangsungan populasi makhluk hidup serta keseimbangan fungsi lingkungan hidup.
Pemerintah, lembaga konservasi, akademisi, dan masyarakat berperan aktif dalam penyusunan kajian tersebut. Partisipasi luas seluruh pihak menjamin kualitas dokumen yang dihasilkan akurat, lengkap, dan berkelanjutan.